Friday, 25 November 2016
Democracy 2006 : Bilamana Kegiatan Pemilu dicampuri oleh Hacker
HACKING DEMOCRACY menceritakan bagaimana suara hasil pemilu dimanipulasi oleh hacker sehingga hasilnya – belakangan setelah dilakukan investigasi oleh seorang nenek bernama Bev Harris yang didukung kelompok aktivis dari Seattle yang dimulai dengan pertanyaan sederhana “bagaimana penghitungan suara dilakukan” – dianggap tidak valid, dan berikut ringkasannya:
Mereka memulai segalanya dari Florida dan California hingga ke Ohio dan negara bagian Washington untuk mencari kebenaran. Perjalanan ini difilmkan oleh Simon Ardizzone, Robert Cohens, dan Russell Michaels untuk membongkar sebuah sistem busuk yang dipenuhi teka-teki mengenai pegawai pemilu yang tidak kompeten, yang tidak bekerja akurat serta bagaimana mesin penghitung suara yang dapat dirancang untuk mencuri hasil suara pemilu. Harris dan para aktivis temannya [juga dibantu beberapa computer scientist] membongkar kelemahan sistem mesin penghitung suara pemilu yang diproduksi perusahaan DIEBOLD.
Mereka mencari dan meneliti lebih lanjut hingga ke kantor pengurus pemilu di Florida. Harris dan para aktivis tersebut [dibantu seorang hacker dari Finlandia] melakukan serangkaian pengetesan terhadap mesin penghitung suara yang selama ini digunakan dalam pemilu yang diklaim bebas serta aman dan terpercaya. Hasil membuktikan bahwa hasil suara dalam mesin tersebut dapat dengan mudah dicuri dan dirubah datanya sesuai dengan keinginan yang berkepentingan, hanya dengan memory card berisi script untuk kegiatan tersebut.
HACKING DEMOCRACY menunjukan dengan gamblang adanya rahasia, kroniisme, dan konspirasi terhadap pemilu yang dilakukan perperiodenya selama ini baik di Amerika dan kemungkinan besar di Negara penganut demokrasi lainya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment